Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Di Tengah Harga BBM yang Tak Naik, Harga Pasir di Bone Justru Meningkat

Minggu, 01 November 2026 | November 01, 2026 WIB Last Updated 2026-11-01T13:06:23Z

Kabar-Indonesia.com | SULSEL – Kenaikan harga pasir langsung di lokasi tambang (kuari) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mulai dikeluhkan sejumlah pihak. Kondisi ini dinilai memberatkan sopir dump truk hingga masyarakat kecil yang membutuhkan material untuk pembangunan.

Kenaikan harga tersebut berdampak pada meningkatnya biaya pembangunan, terutama bagi warga berpenghasilan terbatas yang membangun rumah secara bertahap dengan mengandalkan penghasilan harian.

Salah seorang sopir dump truk mengatakan, kenaikan harga pasir halus terjadi di dua lokasi pengambilan material, yakni Desa Lea, Kecamatan Tellu Siattinge, dan Desa Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe.

"Mereka menaikkan harga, padahal harga BBM tidak naik. Entah apa alasan mereka, yang jelas ini memberatkan," ujarnya, Minggu (1/11/2026).

Menurutnya, harga pasir halus mengalami kenaikan secara bertahap dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat sopir dump truk terpaksa menyesuaikan tarif angkut maupun harga jual kepada konsumen untuk menghindari kerugian akibat meningkatnya modal pembelian pasir di lokasi tambang.

Dampaknya, harga pasir yang sampai ke wilayah perkotaan kini bisa mencapai Rp1,1 juta hingga Rp1,2 juta, bergantung pada biaya angkut.

"Kasihan masyarakat yang hendak membangun," ungkapnya.

Kenaikan harga pasir ini menjadi perhatian karena material tersebut merupakan salah satu kebutuhan dasar dalam pembangunan rumah maupun infrastruktur. Kenaikan harga di tingkat tambang pada akhirnya turut membebani konsumen.

Para sopir berharap pemerintah dan pihak terkait turun tangan menelusuri penyebab kenaikan harga tersebut. Mereka meminta agar persoalan ini mendapat perhatian sehingga tidak semakin memberatkan masyarakat kecil, khususnya warga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tambang mengenai alasan kenaikan harga pasir tersebut. (Rs)
×
Berita Terbaru Update