Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

BNPB Gelar Sosialisasi IDRIP Di Kabupaten Pacitan,Ini tujuannya

Minggu, 18 Desember 2022 | Desember 18, 2022 WIB Last Updated 2022-12-18T10:02:32Z


Kabar-Indobesia.com | Pacitan - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mensosialisasikan Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) di hadapan perwakilan sejumlah pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Kegiatan itu digelar di Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo Pacitan Jatim.

Sekretaris Utama BNPB, Lilik Kurniawan mengatakan, sosialisasi IDRIP ini bertujuan untuk memberikan penjelasan dan pendampingan kepada pemerintah daerah.

Itu menjadi bekal untuk menyusun program kesiapsiagaan daerah dan memperkuat resiliensi masyarakat, khususnya dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami.

“Saya berharap dalam sosialisasi ini kita memiliki pemahaman yang sama dan ada yang kita siapkan dalam penyusunan program kesiapsiagaan,”ujar Lilik saat Konferensi Pers usai penanaman pohon di Pantai Soge, Minggu (18/12/2022) siang. 

Kepada para peserta perwakilan dari pemerintah daerah terpilih di tingkat provinsi, kabupaten dan kota ia juga berpesan agar mereka  dapat menyiapkan dan melaksanakan program yang akan disusun di masing-masing daerah.

Lilik menjelaskan tiga komponen utama IDRIP dalam konteks kesiapsiagaan gempa bumi dan tsunami. Komponen pertama, peningkatan tata kelola risiko bencana dan kesiapsiagaan terhadap bencana.

Selanjutnya, perluasan jaringan, penguatan sistem monitoring dan peningkatan kualitas layanan informasi terkait ancaman geofisika

“Komponen ketiga, yaitu dukungan pelaksanaan proyek,” ujar Lilik.

Sementara itu, IDRIP pada konteks kesiapsiagaan dan resiliensi dalam menghadapi Gempa Bumi dan Tsunami menekan pada elemen peringatan dini.

Lilik mengkolaborasikan dengan empat kuadran. Kuadran pada bagian hulu yaitu pemahaman risiko bencana.Kemudian pada kuadran dua yaitu berbasis pada pemantauan dan analisis data, yang diikuti kuadran tiga yaitu diseminasi informasi.

"Kuadran empat yaitu penguatan respons masyarakat,”jelasnya.

Terkait dengan kuadran itu, BNPB akan mengajak para peserta untuk belajar dari kepala desa yang wilayanya telah memenuhi kategori sebagai desa tangguh bencana.

Kenapa BNPB memilih Desa Sidomulyo yang berada di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, tersebut karena sebagai desa tanggap bencana se jawa timur, sehingga di berikan Proyek ini, selain itu pihaknya menarget pada 17 provinsi, 30 kabupaten maupun kota dan 180 desa atau kelurahan se Indonesia.

Sedangkan kegiatan dalam IDRIP pada konteks gempa bumi dan tsunami itu akan diimplementasikan oleh BNPB dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

IDRIP yang akan berakhir pada 2024 bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami. Kesiapsiagaan itu tidak hanya diperkuat di tingkat pusat tetapi juga pemerintah daerah terpilih.

Di samping itu, proyek tersebut akan memperkuat kapasitas sehingga resiliensi berkelanjutan di tengah masyarakat dapat terwujud.

Sekretaris Utama BNPB, Lilik Kurniawan dalam kesempatan tersebut juga melakukan penanaman pohon mangrove di Pantai Soge serta memberikan plakat program IDRIP kepada Kades Sidomilyo penerima program. 

Hadir pada sosialisasi IDRIP antara lain perwakilan dari Bappenas, BMKG, Gubernur Jatim, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jatim,serta BPBD dan pemerintah daerah yang menjadi target penerima manfaat.(tyo)

×
Berita Terbaru Update